Oleh : Apudin
Peneliti pada Pusat Kajian Pendidikan Bumi Siliwangi
Penampilannya sederhana, sekilas orang ngak akan nyangka bahwa lelaki berambut tipis agak keriting yang disisir rapi ini adalah tokoh yang banyak disegani banyak kalangan dari aktifis mahasiswa sampai tokoh masyarakat, selain sederhana, dia juga santun bahkan selalu memberikan senyum kepada siapapun yang dia temui, dengan sapaan bahasa sunda yang Leumes orang awam gak akan mengira bahwa dia adalah calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia nomor urut satu Daerah Pemilihan Jawa Barat I yang meliputi Kota Bandung dan Kota Cimahi dari Partai Hanura. Mantan ketua umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandung dan Jawa Barat ini memang penampilannya beda. Orang awam akan tahu bahwa dia adalah calon anggota Dewan Legislatif ketika dia ngeluarin kartu namanya. Di sana akan ketahuan dia adalah caleg DPR RI no Urut satu Dapil Jabar I Partai Hanura. Di kalangan sejawatnya dia akrab disapa Kang Ber, nama lengkapnya Berliana Kartakusumah. Pria kelahiran Bandung tahun 1959 ini memang looking different than other. Dia berani tampil beda dari visi misi politiknya sampai kepada strategi dan gaya kampanyenya yang dijalankan, jika dibandingkan dengan most of calon anggota legislatif dari berbagai partai politik. Jika kebanyakan calon anggota legislatif lainnya jor-jorran sosialisasi dan kampanye dengan mengandalkan media komunikasi dari baligho sampai liflet dia tidak. ” Emutan pamenak abdi sosialisasi sapertos kitu teh mubadzir, cobi tinggal (sambil menunjuk kepada iklan salah satu produk bank BUMN) mesin pencetak artos oge dina iklanna proporsional sareng selektif ” jelasnya. Bahasanya nyunda banget, sampai penulis dibuatnya kikuk ketika diajak komunikasi dengan bahasa sunda yang leumes. Menurut anak ke-2 dari dua belas bersaudara ini, poin terpenting dari sosialisasi caleg adalah keberterimaan diri, ” janten upami urang jor-joran dina iklan atanapi dina ngampanyekeun diri selain mubadzir rahayat oge bakal curiga, timana anjenna kenging artosna. Mudah-mudahan gaduh, upami teu gaduh terus artos eta kenging nambut ti ditu ti die, kumaha engkin upami tos janten anggota dewan?”. Dia sadar dengan konsekuensinya memang harus kerja keras untuk meyakinkan rakyat dengan turun ke bawah menyerap berbagai aspirasi dan kehendak rakyat. Tidak bisa kita mendapatkan satu amanah secara instan tanpa kerja-kerja yang sistemik. ” media memang peryogi, tapi sanes hiji-hijina alat sosialisasi kange meraih simpati rahayat” Biarpun orang menganggap Kang Ber tidak agresif dalam kampenyenya bukan dia tidak serius, dia serius, ” Pribados ikhlas dina ngalakonana, janten upami memang Allah masihan amanah ieu ka pribados, abdi bakal nyepeng amanah ieu anu sa saesaena, sareng upami amahah ieu awon kange pribados, abdi mah nyuhunken teu janteun” Ketika caleg lain ribut-ribut dengan putusan Mahkamah Konstitusi yang memutuskan penetapan anggota dewan legislatif bukan berdasarkan nomor urut, melainkan berdasarkan suara terbanyak Kang Ber menanggapinya dengan biasa-biasa saja. Chayo kang, kami mendukungmu… ****
======================================================================================================================================================================================================================================================================================================================================================================




Dr. Berliana Kartakusumah di depan Podium lagi memaparkan pandangan-pandangan pemikirannya atas apa yang ditanyakan para caleg lainnya dalam tema KORUPSI di ajang UJI Debat para caleg di TV One
Para Tim Penguji dan memberikan Evaluasi
Pada saat sedang menjawab soal-soal nasional dan daerah propinsi Jawa Barat untuk menentukan empat calon Legislatif yang maju ke podium pembicara. Dan Dr Berliana Kartakusumah menang dan cepat menjawab, sehingga mendapat kesempatan untuk berbicara visi dan misi sebagai seorang caleg. ***
Menjawab secara tegas, sistematis, dan meyakinkan atas pertanyaan para tim penguji dan evaluator.










